Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Ia Tidak Ingin Melukainya Maka Ia Melepaskannya

Begitu ia menyadari pada pertengahan jalan bahwa langkahnya dan dia tidak lagi seirama maka ia mencoba memakai sudut pandang lain untuk menyemakan langkah itu lagi. Namun, ternyata itu permasalahannya, sebesar apapun ia berusaha dan menyesuaikan langkah itu rasanya malah ia yang bukan menjadi dirinya sendiri. Maka ia putuskan; tidak ingin melukainya maka ia melepaskannya. Itulah keputusan yang ia rasa saat itu adalah pilihan terbaik untuknya ataupun dia.  Tentunya dengan segala pertimbangan dan logikanya untuk meminimalisir bagaimana keadaannya dan dia setelahnya. Tentunya; inilah kehebatan manusia "sebaik apapun persiapan dan prediksi maka tidak akan pernah sesuai". Ia yang terlalu arogant dan dia yang pesimistis itu terlalu sukar untuk menyamakan langkah atau menyudahi semuanya; sampai dalam prediksi silogisme ia yakin kalau semuanya akan baik-baik saja. Sialnya, silogisme tidak membantu apapun dalam penentuan masalah ini. Seperti dihujami ribuan pertanyaan yang tidak bisa ...