Semoga Ia Masih Sempat Memiliki Waktu
Dalam hari-hari yang rasanya teramat berat dan sesak ini ia hanya banyak berkata teruntuknya dan mereka bahwa semoga ia masih sempat memiliki waktu.
Entah bagaimanapun keadaannya dan perasaan yang ada di dalam diri tiap manusia adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Maka ia dan mereka berlatih untuk menerima setiap emosi dan perasaan itu untuk tidak menolak atau menahannya.
Kian hari, kian semakin ia dibuat sesak oleh waktu-waktu yang rasanya semakin singkat padahal ia belum berbuat apa-apa.
Banyak yang hilang, silih berganti.
Banyak yang pergi, silih berdatangan.
Banyak yang melepaskan, silih mendapatkan.
Banyak yang sudah, silih terus.
Begitulah dalam pengamatan yang ada dalam pandangan saya dan kamu.
Dalam waktu-waktu ini ia dan mereka sedang terus dan akan belajar bagaimana kehidupan akan mengarahkan ia ataupun mereka membentuk menjadi manusia yang sesungguhnya.
Manusia banyak melepaskan hal-hal yang ia cintai karena demikian jika dipegang dan dipaksakan akan membuat kewalahan dan ketidak seimbangan.
Sesak mungkin awalnya karena apapun yang sudah dilepaskan tidak akan didapatkan lagi, kalaupun iya rasanya akan berbeda dari yang dahulu itu;
Begitulah waktu mengubah segala perasaan manusia-manusia yang terus tumbuh dalam usia dari waktu ke waktu.
Bagaimanapun akhirnya, ia dan mereka hanya menyemogakan jika masih sempat memiliki waktu;
Entah untuk diri sendiri, manusia-manusia yang dicintai dan sayangi dan makhluk hidup lainnya yang juga perlu dijaga dan didekap agar dapat melalui lika-liku ini dengan sebaik-baiknya.
Komentar
Posting Komentar